Cybertrespass di Indonesia

Pelaku kejahatan memasuki jaringan komputer tanpa adanya otoritas atau wewenang tetpi tidak menyalahgunakan atau merusak data dijaringan komputer tersebut.pelaku cybertrespass senang mengintip dan membaca email pribadi dan dokumen ornglain.pelaku gemar mengamati program yang ada disistem komputer orang lain dan diwebsite yang dikunjngi orang lain, walaupun tidak dapat dibuktikan adanya kerusakaan atau kerugian,pelaku cybertespass dapat dikenakan tindak pidana karena telah memasuki suatu system komputer tanpa izin  pemilik.

Joycomputing adalah seseorang yang menggunakan komputer secara tidak sah/tanpa izin, dan mempergunakannya melampaui wewenang yang diberikan. Istilah joycomputing diambil dari pendapat N.Keyser dalam ceramahnya tentang hukum pidana belanda dan penyalahguanaan komputer di BPHN Jakarta. Joycomputing mengingatkan orang pada joyriding yaitu memakai mobil orang lain tanpa izin untuk bersenang-senang setelah itu dikembalikan kembali. Jadi joycomputing dapat diartikan sebagai perbuatan seseorang memanfatkan waktu penggunan komputer (mencuri waktu pengguna atau pelayannan komputer) secara tidak sah untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya pada saat dinas.

Misalnya seorang pegawai perusahaan tanpa izin atasaannya telah menggunakan komputer (yang menjadi salah satu tugasnya dengan tujuan memprogram permasalahan untuk kepentingan pribadi diluar tugas-tugas yang telah ditetapkan oleh atasannya (wisnubroto, 1999:33-34)

Cyber Infringements of Privacy selain masuk tanpa izin, kejahatan komputer ini biasa ditujukan terhadap informasi pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materi maupun inmateril, seperti nomor kartu kredit, nomor pin ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebaginya (Golose, 2006:10) kejahatan seperti ini dalam dunia perbankkan dikenal dengan istilah typo site. Pelaku kejahatan membuat nama situs palsu yang sama persis dengan situs asli dan membuat alamat situs mirip dengan situs asli, pelaku menunggu kesempatan jika ada korban salah mengetikan alamat dan tersesat ke dalam situs buatannya, jika hal ini terjadi maka pelaku akan memperoleh user id dan password korbannya, dan dapat dimanfaatkan untuk merugikan korban ( Ginting, 10 Agustus 2006:2)

Dunia perbankan melalui internet (e-banking) Indonesia dikejutkan oleh ulah seorang bernama seteven haryanto (dikutip dari cyberTECH, 6 November 2002 dengan judul “Steven Haryanto”) seorang hacker dan jurnalis pada majalah master web, lelaki asal Bandung ini dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan internet banking Bank Central Asia (BCA).

Steven membeli domain-domain dengan nama mirip http://www.klikbca.com (situs asli intenet banking BCA) , yaitu wwwklikbca.com, kilkbca.com, clikbca.com, klikca.com, dan  klikbac.com. Isi situs-situs pun isinya nyaris sama,kecuali tidak adanya security untuk bertransaksi dan adanya formulir akses (login form) palsu. Jika nasabah BCA salah mengetikan situs BCA asli  maka nasabah akan masuk perngkap kedalam situs yang dibuat steven sehingga user id dan password dapat diketahuinya, diperkirakan sekitar 130 nasabah tercuri data-datanya. Menurut steven pada situs bagi webmaster Indonesia tujuan membuat situs aspal tersebut agar public lebih berhati-hati dan tidak ceroboh saat melakukan pengetikan situs alamat, bukan untuk mengeruk kepentingan (Golose 10 Agustus 2006:3-4).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s